Gue sadar, semakin dewasa, masalah akan semakin banyak datang. Entah itu masalah kita sendiri, entah juga itu berasal dari lingkungan kita. Persahabatan, pacar, keluarga, dan lain – lain. Tingkatan levelnya pun semakin kita dewasa, itu akan semakin tinggi. Sekarang, bagaimana cara kita bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin.
Gue tipe orang yang selalu menyimpan permasalahan gue sendiri. Dalam artian, gue juga masih punya pemikiran apakah dia ( yang mempunyai masalah denganku ) bisa menyadarinya sendiri, gue juga masih memikirkan tentang bagaimana dia baik ke gue, gue juga masih menghargai dia sebagai seseorang. At least, gue masih punya hati nurani. Meski gue orang yang nggak gampang melupakan sebuah masalah yang membuat gue sakit hati, gue juga mencoba menjadi orang yang mudah melupakan sesuatu yang nggak ingin gue bahas lagi. Karena memikirkannya sama seperti merasakan kembali apa rasanya sakit hati yang dia akibatkan ke gue. Gue juga bukan orang yang perhitungan, tapi ada batasannya, gue nggak suka nagih. Sebenernya gue orang yang gampang sekali emosi dan sensitif. Tapi dari SMA kelas 2, gue coba buat bisa mengontrolnya. Kalau gue udah frontal, mohon maaf, berarti gue udah saking sakit hatinya dan nggak bisa lagi mengontrol emosi gue, khususnya tentang sesuatu hal yang sebelumnya udah kasih luka ke gue. Salah kah? Apakah kalian tak pernah sefrontal apapun jika kalian sudah sangat tersakiti?
Seseorang berhak marah, seseorang berhak membela dirinya sendiri, seseorang berhak mengkritik, seseorang berhak memberi saran dan seseorang berhak diam dengan privacy - nya. I actually hurt, it hurt like hell if you only knew. I'm not willing to discuss, the reason I do not want to feel the hurt caused by the same person. Hurt as well because for some people who still know from her point of view only, immediately judging me and my friend are anoutrageous people, bad people, or people are too much with trivial things. But, try you were me? Try to feel what I feel now. Can you hold back your emotions? Can you be a neutral party to look at our problems?
I admit, I did the hypocrites, people who are full of sin. Do you not admit it, too? so you defend yourselves? make a protection order to save yourself? I swear to anything, I never write a story for you, because it's not just me who felt it. My other friends, even people very close to me.
Gue nggak mau mempengaruhi siapapun dengan apa yang terjadi, karena yang gue harapkan cuma kalian bisa netral dalam mengambil sebuah keputusan tentang bagaimana permasalahan kami.